Pages

Pages - Menu

Minggu, 13 Mei 2018

Petualangan Mencari Skincare, Sampai Akhirnya CLBK

Sebagai seorang perempuan, ternyata kita tidak hanya diribetkan masalah rumah dan bocah kecil. Tapi juga masalah kulit wajah yang sedikit banyak mengalami perubahan, baik seiring usia maupun perubahan hormon saat hamil dan melahirkan. Inginnya kami sebagai istri ya alami-alami saja, tanpa repot melakukan perawatan. Kesibukan pekerjaan rumah dan mengurus anak pun sudah menguras waktu. 



Setidaknya saya merasakan dua kali fase kehamilan dan kelahiran. Sebetulnya kulit wajah saya memang sudah berjerawat dan berpori besar saat sekolah. Namun, saat memasuki dunia kerja dan sebelum menikah, kulit saya udah lumayan terawat. Heheh. Maklum ya zaman sekolah dan kuliah tingkat stress tinggi dan tidak ada waktu buat perawatan. Memasuki dunia kerja, meski masih freelance, tingkat kekusaman wajah berkurang, jerawat juga tidak terlalu sering muncul. Bahkan teman SMA saya yang saat itu bertemu setelah bertahun-tahun berpisah, takjub dengan warna kulit saya. Sebelumnya kulit wajah dia lebih putih dariku. Tapi, saat kami bertemu kondisi malah sebaliknya. Saya juga tidak menyangka akan memiliki wajah secerah itu. Waktu itu, saya hanya menggunakan krim malam dari P**** seri white beauty. Untuk krim siang saya masih menggunakan seri acne.


Setelah menikah, saya tidak sempat mengalami yang namanya bulan madu. Hiks. Sebagai pegawai baru, saya diberi cuti nikah hanya dua hari. Bayangkan gaes, cuma dua hari buat seorang pengantin perempuan. L Dan tiga minggu dari situ, saya sudah positif hamil #Curhatmodeon. Saat itu sudah mulai mual dan pusing. Dan kulit wajah kembali lagi berjerawat. -__-




Produk yang saya pakai sudah tidak mempan lagi menangani jerawat. Saya memaklumi karena ini akibat faktor hormon kehamilan. Setelah melahirkan anak pertama, saya dikenalkan produk KK Indonesia dari seorang teman di kantor. Kebetulan saya habis melahirkan dan sempat tidak pakai skincare apa-apa saat hamil. Sehingga tepat waktu jika ingin mengganti produk skincare. Waktu itu hanya pelembab saja yang ditawarkan. Sebut saja perl cream. Harga cukup mahal untuk ukuran 20 gram. Tetapi teman saya itu sangat kreatif, dia bagi kemasan 20 gram ke dalam wadah 4 kecil masing-masing 5 gram. Sehingga untuk membelinya harus terkumpul empat orang.

Saat pertama memakainya, wajah saya tampak berbedak tebal. Ternyata seharusnya pemakaian sedikit saja. Dan dalam kemasanpun dituliskan bisa sebagai pengganti bedak. Saya oleskan sedikit saja ke wajah dan itu digunakan secara rutin. Setiap bepergian saya pakai perl cream tersebut, begitupun saat ke kantor.

Saya tidak terlalu memperhatikan perubahan wajah. Justru yang memperhatikan adalah ibu dan kakak saya. Mereka bilang wajah saya halus dan cerah. Saya tidak mengklaim bahwa ini hasil dari perl cream. Saya berpikir bahwa wajah saya dari dulu kan emang begitu. Hahaha. Kemarin kusam dan jerawatan karena faktor hormon. Wkwkw. Tetapi ibu dan kakak saya tetap (keukeuh, kalau dalam bahasa sunda) ingin pesan perl cream yang saya pakai. Tapi untung juga sih bagi saya, jadi tidak perlu cari orang lagi buat keroyokan beli perl cream 20 g. Hihihi.

Bencana mulai datang saat saya tergoda dengan sebuah produk MLM. Tergoda dengan bonus, potongan harga, dan poin-poin. Saat itu saya membeli berbagai rangkaian produk baik skincare maupun kosmetik. Saya mencoba bersabar dengan produk yang baru ini. Awalnya muka saya berasa lengket, berminyak, dan akhirnya jerawatan lagi. L Kulit terlihat kusam lagi, banyak noda-noda bekas jerawat. Sedih deh.

Saya tidak lagi menggunakan produk KK karena teman yang suka dipesanin sudah mutasi ke Jakarta. Saya beralih kembali menggunakan produk P**** . Sampai saya hamil anak kedua, saya jarang menggunakan skincare.

Setelah melahirkan anak kedua, saya mulai menggunakan lagi P****. Tapi produk yang saya pakai sudah sulit dicari. Yang dulu namanya clear solution yang diperuntukan bagi kulit berjerawat. Sekarang yang banyak beredar namanya acne solution. Saya kurang paham juga dengan produk P**** ini, antara berganti nama atau produk baru. Seperti juga produk pemutih, dulu namanya white beauty, sekarang yang beredar flewless. Dulu saya juga pakai white beauty untuk cream malam. Saya lebih cocok produk yang lama. Produk baru sudah pernah mencoba tapi hasilnya tidak sebagus produk lama. Sempat saya bertanya kepada SPG di supermarket, dia berkata bahwa produk lama masih ada. Tapi kenyataannya saya mencari itu sangat susah. Awalnya saya masih bisa dapat meskipun itu kebetulan lewat jadi saya beli. Tapi sekarang sudah tidak menemukan lagi produk yang lama. Dari bentuk krimnya juga sudah beda antara yang lama dengan yang baru.



Sempat juga menggunakan produk W*****, tapi tidak cocok juga karena jerawat saya semakin tumbuh subur. Akhirnya untuk sementara saya menggunakan produk yang ada di apotek. Saya masih mencari-cari produk skincare yang lain. Jujur saja saya ingin menggunakan produk KK tapi selalu tidak ada waktu untuk membelinya di distributor. Bahkan saat sempat ke dokter kulit, namun saya kurang telaten dan sulit waktu untuk konsultasi lagi. Penawaran salah produk MLM lain juga sempat menggoda saya, tapi saya sudah kapok dengan produk MLM. 

Kesempatan untuk menggunakan produk gratis pun datang. Pertama, saya menghadiri undangan launching sebuah produk skincare. Di sana terdapat pemeriksaan juga. Sudah dapat dipastikan wajahku berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat. Setiap peserta yang hadir diberi goody bag berupa produk skincare sesuai jenis kulitnya. Sementara aku yang merupakan undangan blogger, pemberian goodybagnya ditangguhkan. Why? Ownernya bilang ada produk khusus untuk berjerawat, nanti akan dikirim menyusul. Dia bilang akan menghubungi via wa dari data presensiku. Tapi saya mntunggu cukup lama tidak ada juga yang menghubungi. Kemudian, saya inbox, dan memberi alamat saya. Tidak ada juga kiriman maupun respon inbox. Kecewa banget, padahal liputannya sudah saya posting. 

Kedua, kesempatan endorsmen salah satu produk baru. Di suatu grup menulis, dicari endorsment untuk produk skincare dengan rentang usia, kalau tidak salah 25-35 tahun. Waah usiaku masih masuk. Tapi, Deadline pendaftarannya sudah lewat, Maak. Sedih banget. Karena saya sudah jarang buka facebook sehingga ketinggalan informasi. Saya tahu dari status penanggungjawabnya yang susah mencari ibu-ibu rentang usia itu di grup menulisnya. Dan status itu sudah dua hari yang lalu. Akhirnya aku harus ikhlas merelakan produk skincare gratis itu. Padahal jika salah satu produk itu ada yang cocok, saya akan mempertimbangkan untuk menjadi konsumen tetap.

Jerawat di wajahku semakin menjadi saat aku menjadi pegawai tugas belajar dan menjalani LDR dengan keluarga kecilku. Setiap hari bergadang menyelesaikan tugas-tugas. Kamis malam pulang ke Bandung dan Senin pagi sampai lagi di Jogja langsung mengikuti perkuliahan. Begitu seterusnya. Tidak heran jika mata sepet kurang tidur, badan capek, belum lagi pikiran stress. Jerawat datang silih berganti, ibaratnya satu hilang tumbuh seribu. Keinginan untuk mengobati jerawat kian kuat. Ke dokter sudah tidak punya waktu. Akhirnya saya menyempatkan diri ke distributor KK untuk membeli produk KK, karena saya sudah merindukan kulit yang mulus dan cerah. Bebas jerawat tentunya. Namun, saat saya mendatangi distributor di alamat yang diberitahu teman dulu, sudah tidak ada lagi alamatnya. Pulang dengan kekecewaan.



Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan P**** seri anti Aging. Maklum usianku udah 30+. Berharap di produk ini aku menemukan keberuntungan. Selama 2 bulan aku bersabar menggunakan produk ini. Dan menurutku harganya tidak murah, apalagi untuk serumnya. Setiap hari aku menggunakan day cream dan serumnya. Pada malam hari juga aku selalu bermasker ria. Dari berbagai merk saya coba. Setelahnya wajah memang tampak bersih. Tapi jerawat tetap muncul. Ohya saya juga menggunakan obat jerawat baik dari dokter maupun apotek. Obat dari dokter tidak memberikan reaksi apapun terhadap jerawat yang meradang. Sedangan obat dari apotek yang tidak bisa saya sebutkan namanya, memang peradangan terhambat. Tapi, jerawatnya jadi membatu dan membekas. Dan itu lama sekali membatunya. Selain itu, saya juga menggunakan obat dari apotek untuk perawatan dari dalam. Hasilnya, ya gitu deh.

Seakan kondisi memaksakanku untuk benar-benar membeli produk yang dulu, perl cream dari KK. Sehingga saya memberanikan diri membelinya saat di Jogja. Browsing sana sini untuk mencari alamatnya. Iseng-iseng juga saya mencari reviewnya. Tapi jarang sekali ada blogger yang mereview. Hasil browsing tersebut, berhembus juga isu bahwa perl cream itu mengandung bahan berbahaya. Meskipun begitu, saya sudah lelah mencari produk yang cocok. Seperti cinta lama bersemi kembali (CLBK), saya tetap memilih produk ini karena sudah merasakan hasilnya dulu. Alhamdulillahnya sekarang ada produk mini packnya. Jadi tidak terlalu berat untuk membelinya. 

Kali ini tidak hanya perl cream yang saya gunakan, tapi juga rangkaian lain bernama Beautyzen seperti cleanser lotion dan toner. Semuanya sudah memilikii nomor POM notifikasi. Karena berasal dari luar (Thailand), produk ini memiliki kode POM NA. Menurut BPOM, keamanan produk luar negeri dijamin oleh negara pembuat. Namun, jika sudah beredar maka BPOM akan mengambil sampel di pasaran produk tersebut (post market surveillance). Sepanjang tidak ada berita penarikan kembali maka produk tersebut masih aman dan dapat digunakan dengan baik.





Itu tergantung keyakinan masing-masing ya. Namun, jika kulitnya sudah normal alias baik-baik saja dengan hanya produk drug store, mending tidak usah sih. Ini karena kulit mukaku mengerikan jadi saya harus menggunakan ini. Menurutku kulit yang bagus itu adalah asal tidak ada jerawat. Sekalipun gelap, yang penting bersih.

Siapa sih yang PD dengan muka berjerawat tidak berkesudahan? Bukan hanya tidak PD, tapi juga tidak nyaman, sakit, dan perih gaes..

Saat tulisan ini dibuat, saya sudah memakai rangkaian produk KK ini selama satu minggu. Alhamdulillah tidak ada muncul jerawat baru. Hanya sisa-sisa benjolan sebelumnya. Padahal ini adalah minggu haid. Biasanya sebelum dan saat haid itu jerawat bikin ngeselin.

Semua cerita saya disini mengenai berbagai produk yang saya pakai belum tentu memiliki reaksi yang sama dengan kalian ya. Tidak cocok di saya belum tentu tidak cocok bagi kalian. Begitu pun sebaliknya, cocok di saya belum tentu cocok bagi kalian.

By the way, setelah mendatangi distributor KK di Jogja, ternyata produk ini memang MLM juga. Hahaha. Tapi saya belum jadi member, masih memakai ID teman saya. Jadi di sini saya bukan promosi ya. Wkwk.

2 komentar:

  1. resiko perempuan, pilih skincare aja ribetnya setengah mati ya mba xixixi aku pikir cuma aku donga yang ngalamin hal ini ternyata skrg aku punya teman juga heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Abis gmn ya. Greget bgt sama jerawat. Kayak abg aja pdhl udh emak2.

      Makasih udah mampir mbak :)

      Hapus