Pages

Pages - Menu

Jumat, 08 Juni 2018

Menu Mewah 35K di Roemah Tjerita Pasta & Seafood

Ceritanya ini, kita ingin menyaingin ibu-ibu sosialita yang kerjaannya nongkrong di cafe dan resto-resto mewah. Setelah kemarin bukber di Satoria Hotel, kami masih penasaran dengan tempat makan yang satu ini. Tapi bagaimanapun, kami ini tidak bisa menyaingi ibu-ibu kece itu. Semua keindahan yang kami dapatkan hanya sesaat, setelah itu harus bergadang hingga sepertiga malam untuk memikirkan bahan presentasi besok pagi. Hiks.

Beruntungnya kami memiliki seorang teman yang foodhunter. Selalu ada informasi tempat-tempat makan yang menggiurkan meski pernah juga menjabani salah satu tempat namun jonk. Haha. Tempat makan yang menarik itu tentu saja disesuaikan dengan kemampuan kami. Bukan hanya kemampuan budget, tapi juga jarak tempuh dan menu yang ditawarkan.

Sebut saja Roemah Tjerita, tapi ini bukan nama samaran ya. Heheh. Dari namanya seperti rumah baca atau perpustakaan. Saya masih penasaran mengapa namanya rumah Tjerita, tapi sayang saya lupa untuk menanyakan itu kepada pelayan di sana. Namun, setelah berkeinginan untuk menuliskan pengalaman ini, saya menjadi paham akan alasan di balik nama Roemah Tjerita.

Inilah dia foodhunter kita yang sebelah kiri :)
Setiap pengunjung yang datang ke Roemah Tjerita pasti akan selalu membawa cerita kepada orang-orang sekitar. Begitupun saya kali ini. Restaurant yang terletak di jalan Demangan Baru no. 25 Yogyakarya ini memiliki area tidak terlalu luas, namun suasana yang nyaman dan instagramable membuat kami sangat betah di sini.

Baca juga : Bukber Romantis di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta

Setelah sampai sekitar pukul 16.50 di alamat yang kami tuju, terlihat dari luar, etalase yang menjajakan aneka kue. Ternyata restorannnya berada di bagian dalam dan di lantai dua. Kami menaiki tangga yang terbuat dari kayu dengan wallpaper bergambar pohon-pohon pinus serta dihiasi daun-daun hijau yang menjuntai.


Setelah sampai di lantai dua, ternyata masih sepi hanya ada satu kelompok anak muda sekitar 5 orang. Kami memilih meja dengan kursi sofa. Kami langsung memesan menu yang sebelumnya sudah kami lihat di instagram. Ternyata menu yang tersedia lebih banyak dari menu postingan di instagram. Bukan tanpa alasan kami datang ke sini. Selaim tempatnya yang kece, juga harganya yang terjangkau. Paket buka puasa hanya 35k dengan pilihan menu dory yang sudah include es roemah tjerita. Kita bisa memilih salah satu menu dory, yaitu golden dory siomay with french fries, golden dory sambal matah with aglio olio, golden dory with cream cheese pasta, yummy aglio olio pasta with dory, dan grilled dory with egg salt+aglio olio. Untuk lebih detail bisa follow ig @roemahtjerita. 

Setelah memesan menu, kami tidak mau melewatkan spot yang cantik ini. Untungnya tidak banyak pengunjung yang datang. Saya selalu heran dengan orang Jogja, ada tempat sebagus ini tapi masih sepi pengunjung. Kalau di Bandung pasti sudah banyak diserbu orang. Tapi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kami. Menemukan tempat yang keren, nyaman, tidak sesak dengan pengunjung, dan harga terjangkau tentunya. Tunggu dulu, mungkin sepi pengunjung karena rasanya yang kurang kena di lidah?

Mohon maaf kali ini saya narsis ;P


Tinggal beberapa menit lagi adzan magrib berkumandang, kami kembali ke meja untuk menunggu pesanan. Seorang pramusaji membawakan air mineral gelas ke atas meja kami. Saya kebetulan sedang tidak berpuasa, sedangkan teman-teman yang lain mengawali buka puasa dengan air mineral. Cukup lama menunggu akhirnya datang juga pesanannya. Es Roemah Tjerita yang pertama kali datang, lalu pesanan golden dory with cream cheese, golden dory sambal matah with aglio olio, dan grilled dory with eggsalt+aglio olio.


Pertama menyantap es Roemah Tjerita dengan porsi yang cukup banyak. Berbagai macam buah potong ditimbun es serut lalu diberi susu kental manis kemudian ditancapkan anggur merah dipuncak esnya membuat es Roemah Tjerita tampak cantik. Rasanya segar dan nikmat. Yang membuat saya kaget adalah diantara tumpukan buah potong itu ada rasa yang tidak asing di lidah saya. Bukan jenis buah maupun agar-agar. Coba tebak. Sudah menyerah? Ia adalah peuyeum Bandung alias tape singkong. Amazing... Di resto cantik ini ada peuyem Bandung di stok kulkasnya. Heheh.



Tiba saatnya menyantap menu utama. Saya memesan grilled dory with eggsalt+aglio olio. Jujur saja saya baru makan ikan dory, atau pernah tapi tidak tahu namanya dory. Wkwkw. Pertama kali membelahnya, sudah dapat dipastikan itu adalah ikan laut. Dagingnya yang empuk dan warnanya yang putih bersih. Tekstur dagingnya masir (kalau bahasa sundanya muruluk :D) dan agak kesat. Rasanya maknyoos alias sangat lezat. Saya tidak tahu rasanya yang gurih tapi tidak berlebihan ini berasal dari rasa ikan aslinya atau bumbu yang diberikan oleh chef.

Grilled dory with eggsalt+aglio olio
Ada hal unik lagi yang kami temukan saat makan di Roemah Tjerita ini, yaitu semua menu yang disajikan disandingkan dengan sambal tradisional bukan dengan saos sambal pada umumnya. Setelah tadi menemukan tape di lidah kami, kini kami harus mencocol frienc fries ke sambal ulek. Mungkin pemilik restonya ingin pengunjung tidak melupakan makanan khas daerah yang tidak kalah enaknya dengan western food. Heheh. Dan lebih unik lagi, pasta aglio olionya sudah dicampur dengan irisan cabe rawit. Jadi hati-hati ya bagi yang tidak suka pedas.


Tapi secara keseluruhan dengan segala keunikannya, menu makan dan minum yang kami santap sangat memanjakan lidah. Hanya dengan 35K kami bisa menikmati makanan mewah juga tempat yang cantik kalau tidak bisa dibilang instagramable. Bukan apa-apa karena kemampuan fotografi dan kamera saya masih terbatas. Heheh. Namun, kekurangannya adalah tidak disediakan mushola. Jadi untuk sholat harus mencari meajid di luar. Tapi buat yang di Yogyakarta patut dicoba menu yang ada di Roemah Tjerita ini. :)



2 komentar: